Seni Mengatur
Direktur Operasi Jawa Bali PT PLN Persero menunjukkan irisan persamaan antara aktivitas perusahaannya dengan keseharian jurnalis.
“Jika teman-teman jurnalis akrab dengan seni menulis, kami di PLN bisa dibilang seni mengatur,” ujar Ngurah Adnyana saat press briefing sistem kelistrikan Jawa Bali baru-baru ini.
Ini ia katakan usai menjelaskan neraca daya tahun 2010. Tepatnya, ketika menjelaskan jadwal rencana pemeliharaan yang dimulai pada minggu ke 19 atau jatuh pada awal Mei ini.
Nah, bersamaan dengan itu, musim kemarau mulai menyambangi sebagian besar Tanah Air. Alhasil, pasokan air untuk PLTA menyusut sehingga produksi listrik menyusut.
Adnyana mengakui di saat itu, cadangan listrik menipis meski ia optimis tidak sampai krisis. Toh pembangkit bertenaga batubara dan panasbumi masih terus memasok setrum.
“Mengingat mulai musim kemarau sebagai siklus alam, jika diperlukan, jadwal pemeliharaan kita geser lebih maju atau kita atur urutan pembangkit mana yang lebih dulu,” katanya.
Di sela-sela presentasi, orang listrik yang akrab dengan kalangan media ini melempar teka-teki. Sambil menunjuk jadwal aktifitas pembangkit, ia ‘menantang’ para jurnalis, “Mengapa pembangkit bertenaga air alias PLTA dinyalakan pada malam hari?”
Seorang jurnalis dari media harian mencoba peruntungan, karena pada siang hari elevasi bendungan menyusut. Kawan dari majalah menimpali, karena penggunaan air bergantian untuk irigasi pertanian. Semua jawaban dibalas dengan senyuman oleh Adnyana dan petinggi PLN lainnya termasuk, General Manager PT PLN Disjaya dan Tangerang, Purnomo Willy selaku tuan rumah press briefing kali ini.
“Ini juga termasuk seni mengatur tadi. Jawabannya, karena untuk berjaga-jaga saat beban puncak yang terjadi pada malam hari. Kenapa PLTA, karena pembangkit ini paling fleksibel,” papar Adnyana. Ia juga optimis, listrik Jawa Bali tidak akan defisit pada 2010 ini dan PLN mampu meningkatkan kinerja dengan pemeliharaan secara berkala, pemeriksaan terukur dengan alat dan pengamatan cermat oleh operator. Nur Iman
semoga saja PLN terus bekerja lebih baik
Untuk Pulau Dewata, program transmisi 150 VA dari Paiton ke Bali masih terkendala karena melintas hutan lindung Taman Nasional Bali Barat =( semoga cepat tuntas, Pak Wira