Layaknya transaksi prabayar, pola pembelian listrik pun membutuhkan mitra yang mampu menagani transaksi yang massal tan terintegrasi.
Kerja sama dengan bank pun dilirik untuk memuluskan kerja besar PLN ini sekaligus memantapkan kepercayaan publik.
Gayung bersambut, entitas perbankan pun menyambut baik tawaran PLN. Tercatat sebaris lembaga finansial mentereng berhasil digandengn perusahaan setrum plat merah ini. Bank Mandiri, BRI, Bukopin, NISP, Artha Graha, dan BPR KS telah siap mendukung pembelian isi ulang listri pra bayar. Mereka memberi pelayanan lewat ATM, internet banking dan pembayaran langsung.
Potensi keuntungan terhitung menarik bagi bank. Bank Mandiri misalnya, membidik 20 persen pangsa pasar transaksi pembelian voucher listrik prabayar. Asumsinya datang dari jumlah pelanggan listrik prabayar PLN sekitar 140 ribu pelanggan.
“Kami optimis bisa mencapai target tersebut karena jaringan elektronik dan cabang Bank Mandiri tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia sehingga memudahkan pelanggan listrik pra bayar untuk bertransaksi,” kata Senior Vice President Mass & Electronic Banking Bank Mandiri Widhayati Dharmawan.
Sejak 13 Maret 2010, para pelanggan listrik PLN dapat membeli pulsa listrik prabayar melalui jaringan elektronik (ATM dan Internet Banking) serta kantor cabang Bank Mandiri. Voucher isi ulang listrik yang dapat dibeli oleh pelanggan memiliki nominal Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 500.000 dan Rp 1.000.000.
Hitungan pihak bank cukup realistis mengingat target penambahan pengguna listrik prabayar di wilayah Jawa-Bali saja untuk tahun 2010 mencapai 150.000 pelanggan.
” Tahun lalu kami sudah memasang 100.000 pelanggan prabayar dan tahun ini kami optimis mampu menarik pelanggan baru hingga 50 persen,” ujar Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsudin.
Murtaqi optimistis jumlah tambahan pelanggan tersebut bisa tercapai karena ia melihat animo masyarakat cukup tinggi untuk menggunakan listrik prabayar. Pada posisi Februari, Murtaqi mengatakan, jumlah pelanggan prabayar sudah mencapai 140.000 pelanggan.
PLN menentukan tarif khusus listrik prabayar lebih murah 3-5 persen daripada listrik pascabayar. Secara konsep, listrik prabayar lebih murah karena banyak proses pelayanan dipotong sehingga biaya bisa dihemat.
Misalnya, tidak ada petugas baca meter dan tidak ada proses pencetakan rekening. Listrik prabayar merupakan layanan terbaru PLN untuk konsumen. ”Dengan cara ini, pelanggan terpacu menggunakan listrik secara efisien dan berhemat. Pelanggan juga tidak dikenakan biaya beban,” kata pengamat kelistrikan, Fabby Tumiwa.
Dari sini, sejatinya PLN sedikit memangkas pemasukan dari biaya beban yang merupakan pendapatan PLN dari investasi jaringan. Seperti halnya produk barang atau jasa yang baru bergulir, tentu masih banyak yang perlu diperhatikan.
Fabby sendiri meningatkan bahwa untuk hari libur, pelanggan tidak mudah mendapat voucher isi ulang. ”Sistem ini perlu diuji coba lebih lama untuk dilihat efektivitasnya,” ujar Fabby. *Nur Iman